MCDS said goodbye to Zencafe

January 25th, 2010

Terhitung sejak 21 Januari 2010, MCDS resmi tidak menggunakan lagi distro zencafe di warnet. Ketidakstabilan dan minimnya paket software yang uptodate menjadi isu utama Zencafe atau Zenwalk. MCDS sekarang 100% menggunakan openSUSE sebagai operating system. Mirroring repo Packman telah selesai pada 10 Januari 2010. Bye Zencafe.Thanks for the amazing days we had with you.

Read the rest of this entry »

Get CCL Billing here !

May 13th, 2009

English:

One day, I was surprised to find out that CCL Billing files is not available any more in Sourceforge. Fortunately, I’ve already download all the files there. So, for you who need CCL Billing, grab them here. And maybe you will find some interesting files here. Thanks to 000webhost.com for hosting these free software. These files are licenced under GNU/GPL v2. It seemed Bruno Deferrari did not maintain his Sourceforge page anymore.

Read the rest of this entry »

FGD: what is this thing ?

April 22nd, 2009

Selama 2 hari berturut-turut, saya ikut rapat tentang FGD : Focus Group Discussion yang dipimpin langsung oleh inisiatornya, Pak IJL. FGD membicarakan tema “implementasi nilai-nilai Panca Budi dalam kepribadian pegawai Panca Budi” berdasarkan kuesioner yang disebar Pak IJL. Pak IJL bicara panjang lebar tentang membumikan visi dan misi Panca Budi dalam kehidupan sehari-hari demi mencapai tujuan organisasi. Ada yang berpendapat tentang perlunya pegawai “disadarkan” betapa pentingnya nilai-nilai religius. Saya tersenyum. FGD ini benar-benar menarik. Benar-benar menggugah selera humor.

Read the rest of this entry »

Efisiensi karena IT (part1)

April 1st, 2009

TI biasanya bikin kening orang tua berkerut karena bikin proses bisnis berubah. Jika aplikasi web sudah dipasang maka akan banyak posisi yang sudah tidak dibutuhkan lagi oleh manajemen. Aplikasi web yang bagus bisa memangkas jumlah pegawai secara drastis. Untuk orang-orang tua seperti ini, saya punya ide: jadikan mereka petugas yang khusus menangani print server. Jika mereka memang tidak mau belajar lagi, apa boleh buat …. pensiun lebih cocok buat mereka.
Read the rest of this entry »

AVG stupid mistake

February 17th, 2009

Pada suatu hari yang menjanjikan, saya ke DCPB, dan hari itu tiba-tiba berubah menjadi hari yang memuakkan. Pertama karena harus adanya surat order untuk memakai skill Sowan. Itulah kata Kepala Lapusta yang baru. You guys know who she is. Jadi saya tarik semua headset rusak yang ada sama Sowan. Bye-bye guys, thanks for making me a much “clever bastard” than before. Since I am a bastard now, I don’t even care about the all of you guys.

Terus saya kembali ke DCPB dan bermaksud mencopy file unetbootin307.exe pakai flashdisk ke laptop milik Aseng. Apa daya, AVG menganggap file yang ada di folder recycle adalah virus dan Ogenk meng-heal-nya. Efeknya adalah: flashdisk saya yang merupakan LiveUSB PCLinuxOS 2007 tidak lagi menjadi flashdisk bootable. IIRC, folder recycle itu dibuat oleh sistem operasi Windows. Di titik ini, saya sadari bahwa AVG menganggap bahwa isi folder default buatan Windows adalah virus. Akhirnya, AVG sampai pada masa dimana folder dan file default bawaan Windows adalah virus. Bukankah menyenangkan melihat AVG menghapus Windows ?

Dan yang paling menyenangkan adalah melihat orang-orang “religius” kehilangan data akibat AVG stupid mistake. So, “religius guys”, stick with Windows and AVG and make me happy.

Menanggapi Surat Penawaran Kedua dari Microsoft

February 7th, 2009

A. Program Berlangganan Campus Agreement

Lisensi Campus Agreement berarti :

  1. Audit Microsoft terhadap jumlah tenaga pengajar (dosen) dan jumlah pegawai Unpab. Audit ini bertujuan untuk menghitung harga lisensi untuk Unpab.
  2. Microsoft menawarkan proteksi harga selama 3 tahun. Ini artinya, menurut pengalaman mereka, Campus Agreement, jika diterima, minimal berdurasi 3 tahun.
  3. Untuk kasus UGM, Microsoft Campus Agreement harganya Rp 350.000.000,- per tahun untuk 3000 komputer.

B. Academic Open Licence

Read the rest of this entry »

Time table Panca Budi - Sagatama Mulia

January 9th, 2009

Rencana time table join development aplikasi web Panca Budi - Sagatama Mulia. Silahkan kritik.

No. Pekerjaan Waktu Pengerjaan Pekerja
01. Membuat timeline 08-11 Januari Taufik-Isnar
02. Pembentukan tim join development oleh Sagatama 12-14 Januari Uconk-Taufik-Isnar
03. Penyerahan source code dari DCPB ke Sagatama 15 Januari Isnar-Ardextro-Uconk
04. Verifikasi source code 16 Januari Isnar-Ardextro-Uconk
05. Menulis aplikasi web berbekal source code 17 Januari - 17 Maret Seluruh tim join development
06. Evaluasi kerja 18 Maret Para petinggi

Masterplan: re-written

November 12th, 2008

Yang pertama sekali saya teriakkan disini adalah: saya belum keluar dari DCPB. Rektor Unpab masih menginginkan saya memimpin tim DCPB sejak November 2008. Tulisan ini saya ketik ulang dari buku catatan harian saya.
======================

Rumah Brayan, 8 November 2008.

Buku ini dibeli untuk satu tujuan yaitu menuliskan pokok-pokok pikiran masterplan IT DCPB.Buku ini ditulis dari sudut pandangku, Taufik, PLH DCPB saat ini sesuai notulen rapat 23 Oktober 2008, dengan gaya tulisanku sendiri. Gaya menulisku sama dengan semua tulisanku di blog handz106.multiply.com dan di mcds.site88.net. Buku seharga seribu perak yang nilai tulisannya bukan murahan. Aku mulai menulis ini saat badanku tekor akibat kerja siang dan malam mencari nafkah. Semoga tekornya badanku ada hasilnya untuk DCPB, jika tidak ada hasilnya, maka DCPB hanyalah sekumpulan orang yang tidak profesional, kenak-kanakan, egois dan lebih sulit diatur dibandingkan tim yang kumiliki di warnet MCDS. Yang sayangnya, aku pimpinan taktis DCPB.

Pokok-pokok pikiran ini kutulis saat mendapatkan ide di warnet dan di rumah juga di kantor. Sengaja kutulis buku ini supaya DCPB tidak perlu buat rapat (meeting) hingga jam 10 malam seperti PHKI. Aku tak suka gaya rapat PHKI yang jelas menyiksa keluarga para anggota DCPB. Inilah aku dengan gayaku, dengan caraku memimpin dan semoga kalian tahu kualitas guruku dengan menyimak tulisan ini.
—————————————
BAB I: LATAR BELAKANG

Bab satu tulisan “serius” berbicara tentang mengapa suatu tulisan dibuat, apa pokok pikiran yang menjadi dasar yg begitu penting, begitu mendesak hingga suatu masterplan perlu dibuat, hasil dari pemikiran banyak otak, hasil dari rapat 10 jam sehari selama 2 bulan, rapat 4 jam sehari selama 2 bulan.

Read the rest of this entry »

My Masterplan for DCPB

September 10th, 2008

Inilah masterplan untuk tim IT Panca Budi yang dikenal dengan nama DCPB. Masterplan ini sudah saya pikirkan selama 3 tahun terakhir. Bang Alle (Manager 2005-2007) memberi kontribusi. Baru tahun 2008 ini aku sempat menulisnya untuk konsumsi publik. Masterplan ini ditulis setelah serangkaian pengumpulan data oleh tim DCPB di internal Panca Budi.

Masterplan untuk 1 tahun :

  1. Membeli software propietary Academica yang dijual oleh gammatechno. Software ini dapat dilihat disini. Para Dekan dan Rektor pasti dapat merasakan bahwa inilah software yang meraka butuhkan untuk mengakses data mahasiswa secara online. Mahasiswa bisa mengisi KRS secara online. Dan kompatibiltas dengan EPSBED. Ini membuat Doni Lesmana bisa melakukan hal yang lebih bermanfaat. Software berbasis web ini cuma 39 juta rupiah. Bagi mereka yang tahu asset Panca Budi, harga 39 juta rupiah termasuk murah. Pembelian software ini saya pikir akan merubah pola kerja para programmer DCPB yang parsial dan egois, membuat programmer bisa duduk kembali dengan 1 platform pemrograman.
  2. Memasang 2 line Speedy.
  3. Menunjuk seorang webmaster untuk www.pancabudi.org.

Masterplan 5 tahun :

  1. Mengganti kabel UTP-8 dengan kabel fiber optik. Utamanya kabel yang menghubungkan antar gedung. Penggantian kabel ini dikoordinasikan dengan LAT supaya kabel FO itu berada di tempat yang seharusnya, yaitu di bawah tanah.
  2. Riset penggunaan GNU/Linux sebagai sistem operasi pengganti Microsoft Windows. Kecuali Panca Budi punya duit banyak untuk membeli Microsoft Campus Agreement. Contoh stiker Microsoft Campus Agreement bisa dilihat disini. Contoh masterplan UGM untuk menghentikan Microsoft Campus Agreement bisa dilihat disini. UGM mengaku mengeluarkan 350 juta per tahun untuk MIcrosoft Campus Agreement.
  3. Menyediakan akses wifi kepada civitas akademika Unpab. Bisa free, bisa juga non-free.
  4. Jika memang berencana menggunakan GNU/Linux, training sudah bisa dilakukan kepada tim IT DCPB.
  5. Membangun server-server local untuk membangun intranet. Saat ini Panca Budi sudah punya DNS server local dan web server local. Tapi belum punya mail server local, file server local dan print server local. Pembangunan server-server local ini untuk mengantisipasi seandainya koneksi internet yang disediakan ISP putus (disconnect).

Masterplan 10 tahun :

  1. Membangun backbone kedua sebagai cadangan jika seandainya backbone utama putus karena petir, banjir atau anak LAT newbie yang suka mutusin kabel tanpa konfirmasi.
  2. Mensponsori komunitas open source (seandainya Panca Budi memang mau open source). Sponsorisasi bisa dilakukan dengan cara memberi pelatihan GNU/Linux gratis, mengadakan kompetisi seperti Google Code Jam atau Sourceforge Award.

Zencafe KDE in MCS Internet Cafe

September 7th, 2008

Setelah 4 bulan memakai Zencafe 1.4 dan menerima banyak komplain dari operator dan client (juga pihak komisaris), tim developer memutuskan untuk menggunakan desktop KDE 3.5.9 diatas Zencafe 1.4. Bukan itu saja, tim developer juga meng-upgrade kernel ke versi 2.6.25.1 (menggunakan paket binary dari Zenwalk snapshot) berikut OpenOffice.org, Pidgin, dan Firefox. Desktop KDE dipilih karena :

  1. Feedback launch atau start up notification di KDE jauh lebih interaktif dibanding XFCE dan GNOME. Feedback launch dengan style jumpy sengaja dipilih secara default karena user bisa melihat diperlukan waktu untuk meng-eksekusi Firefox dan “meletakkannya” di RAM.
  2. KDE datang dengan browser Konqueror. Ini berarti client memiliki 3  pilihan browser (1) Firefox, (2) Opera, (3) Konqueror.
  3. Konqueror datang dengan fitur fish protocol (ssh dengan GUI) sehingga memudahkan developer dan operator dalam transfer file ukuran besar dan banyak.
  4. KDE datang dengan paket kdeedu, kdegraphics dan kdegames sehingga client bisa menggunakan GNU/Linux untuk belajar. Bosan kami lihat film-film bokep hasil download client.
  5. Kiosktool KDE jauh lebih rapat mengunci dibanding kiosk mode XFCE.
  6. KDE support banyak theme indah yang menarik. Theme ini perlu karena ini warnet, unit bisnis, bukan lab komputer atau komputer kantoran.

Beberapa hal menganggu mengunakan KDE :

  1. Unmount USB Flash disk mesti dilakukan di dalam Konqueror. Hal ini terjadi jika KDE di-kiosk. Tanpa kiosk, USB Flash disk bisa langsung di-unmount di Desktop. Jadi, operator kami harus mengajarkan kepada user meng-unmount USB Flash disk di KDE.
  2. KMenu tetap memunculkan shortcut aplikasi yang sudah dibuang file desktop-nya (bahkan untuk aplikasi yang sudah di-uninstall sebelum kiosktool dipasang) atau salah meletakkan shorcut. Real Player, misalnya,  muncul di Lost & Found.

Kami anggap ini masalah yang akan kami selesaikan sebelum Desember 2008. Hal menarik lainnya adalah kami menemukan  paket hal-0.5.11-i486-52.3.tgz tidak bisa mounting dan unmounting USB Flash disk secara otomatis. Workaround-nya adalah menghapus direktori /usr/share/hal dan melakukan installpkg untuk paket hal default bawaan zencafe-1.4. hal ikut ter-upgrade secara otomatis saat melakukan netpkg instalasi KDE. Jangan men-downgrade hal atau removepkg hal. Cukup overwrite saja dengan hal standar yang dipaketkan zencafe 1.4 oleh A.Hardiena.

Hal yang lebih menarik lagi adalah : saya secara resmi keluar dari Data Center Panca Budi. Ini membuat saya punya waktu lebih banyak untuk membuat Zencafe KDE yang Kujat bilang “ZenGen”. Semoga dengan mundurnya saya sebagai administrator Panca Budi membuat proyek ZenGen semakin matang.